Wednesday, November 28, 2012

LIRIK

ADAMU
Merenung ke luar jendela
Melihat kebesaranNya
Mensyukuri segala nikmat
Yang dikurniaNya di dunia
Kau berikan ku kekuatan
Untuk berpegang pada jalan
Walau penuh dengan cabaran
Ku tahu ku adaMu Tuhan
Kerna Kau yang satu
Yang setia bersamaku
Di kala ku jatuh ku bangkit kerna Mu
Ku tahu ku adaMu di sisi ku selalu
Bantulah hambaMu mencari keredhaanMu
Ku tahu ku adaMu
Ku adaMu selalu



KU ADA KAMU
Di kala ku kehilangan di dalam kegelapan,
Kau suluhkan sinar petunjuk,
Di kala ku kesedihan,
kau ukirkan senyuman,
Dengan penuh sabar memujuk,

Engkau menyambut tiap kali aku terjatuh.

Andai hari esok langit akan runtuh,
Tabahlah menjunjung bersamaku,
Andai hari esok dunia gelora,
Takkan ku gemuruh selagi ku ada kamu.

Di kala aku tak pasti,
Kau tampil dengan berani,
Membimbing agar lebih yakin,
Dan bila hidup penuh soalan,
Kau berikan jawapan,
Melengkap semua kekurangan...

Engkau menyambut tiap kali aku terjatuh,

Andai hari esok langit akan runtuh,
Tabahlah menjunjung bersamaku,
Andai hari esok dunia gelora,
Takkan ku gemuruh selagi ku ada kamu.

Tidak mungkin diri ini mampu,
Hidup tanpa doronganmu,

Andai hari esok langit akan runtuh,
Tabahlah menjunjung bersamaku,
Andai hari esok dunia gelora,
Takkan ku gemuruh selagi ku ada kamu.

150 JUTA
Untuk kali ke seratus lima puluh juta
Mereka tanyakan engkau soalan yang sama
“Eh kenapa kau masih lagi mahukan dia?”
“Apa kau buta apa kau pura-pura suka”

Di seratus lima puluh juta kali itu
Di depan semua engkau tarik tangan aku
Yang sedang buat muka kosong tak ambil tahu
Sambil ketawa engkau bilang satu per satu

“Dia mungkin bengis seperti singa”
“Tapi dia nangis tonton cerita Korea”
“Dia mungkin keras bila bersuara”
“Tapi dia jelas jujur apa adanya”
“Aku lagi kenal dia”

Eh dah lebih seratus lima puluh juta kali
Aku pesan padamu apa yang bakal jadi
Engkau dan aku ada mungkin tidak serasi
Engkau sangat manis aku ini pula dawai besi

Di setiap seratus lima puluh jutanya
Aku pun dalam hati semacam tak percaya
Apa kau lihat pada aku jujurkan saja
Terus kau cubit dagu aku sambil berkata

“Sayang mungkin baran tak kira masa”
“Tapi sayang tahan kalau yang salah saya”
“Sayang mungkin saja keras kepala”
“Tapi sayang manja bila kita berdua”
“Saya kenal sayang saya”

Buat apa di cerita
Bahagia kita rasa
Biar tak dipercaya
Peduli orang kata

Baju ronyok tak apa
Asal pakai selesa
Berkilau tak bermakna
Kalau hati tak ada

Aku lebih bengis dari sang naga
Tapi bisa nangis semata demi cinta
Suaraku keras tak berbahasa
Kerna aku rimas gedik mengada-ngada

Aku mudah baran tidak semena
Mana boleh tahan angin cemburu buta
Dan aku sengaja tunjuk keras kepala
Aku punya manja kau saja boleh rasa
Rahsia kita berdua





No comments: